Tuesday, 13 September 2011

dear you, and you..

ada kegiatan keren nih:


IYND 2011:
"how to use social media tools to promote social change"

Sabtu, 1 Oktober 2011
di @america Pacific Place 3rd Floor, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta Pusat.

IYND stands for Indonesia Young Netizen Day.
Cocok buat kamu yang tertarik soal isu new media and being a responsible netizen (do's and don'ts-nya jadi netizen).

Bakal ada seminar dan writing competition dengan hadiah jutaan rupiah (lumayan loh guys).
dapetin juga pengetahuan dan wawasan baru seputar new media dan kaitannya dengan peran pemuda di Indonesia dari para pakarnya; ada Bang Enda Nasution, Mas Wisnu Martha, Iman Usman, dan aktivis Bantu Indonesia.

Yuk check info lengkapnya di sini!

Limited nih, makanya buruan, cuma ada 100 tempat buat 100 pemuda dari Jabodetabek dan Bandung yang bakal beruntung dapet kesempatan ini. Pastiin kamu salah satunya!

langsung dowload form-nya di sini!

cheers!

Sunday, 4 September 2011

(my) Selangor (story), Grab me Fast!

“You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer yourself in any direction you choose. You’re on your own. And you know what you know. You are the guy who’ll decide where to go."----Dr.Seuss


OH. I really love that quotes! When I read it, I just feel that I’m free. I could be what I wanna be and go to everywhere that I want. Because of that quotes, now I know exactly what I want to be: a writer and traveller (it’s really my-dream-job-ever!)

Currently, I’m a young journalist in Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Indonesia. I’ve been writing in mass media since I was in junior high. Such an article for some popular youth magazine and newspaper, local and national. I usually write an article about music, tourism, culture, and art. For me, writing is the medium to express myself, thoughts and ideas.




I’m so curious about the universe. That’s why I always like something new; new friends, new places, new culture, and also new experiences. With travelling, I can get all those things in the same time. That’s why, I declare that writing and travelling are my passion.

I’ve visited USA last year, and Taiwan in this year. However, can you believe it, I haven't visited my-closest-neighboring-country yet, Malaysia. Ironic.

Washington DC, 2010

So, if I’ll be the lucky one, who selected to be the one of “top30”, it’s gonna be my first! For sure, its time for me to know more about Malaysia, especially Selangor. I’m so excited. I can expand my network, get new experiences, practice my skill writing, and try to start my-future-job as a writer and traveller.

Well, I’m ready for this. So Selangor, grab me fast!

CHEERS!


***PS. to make it real, VOTE ME please! thanks :)

Monday, 29 August 2011

beres-beres berhadiah

H-1 lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah.
H-1 buat saya selalu identik dengan kegiatan "clean-up your room".
lagi anteng beres-beres, tiba-tiba nemu selembar kertas. Setelah dibaca ternyata isinya puisi.
di bawahnya tertulis bulan dan tahun; Januari 2004.
kalau dihitung, berarti puisi ini ditulis waktu umur saya 15 tahun, sekitar kelas 2 SMP kali ya.
puisinya sederhana sih (dan tanpa judul), tapi kaget aja bisa nemu karya sendiri, 7 tahun lalu.
dan sempet bikin saya melongo karena isinya kurang lebih 'menyinggung' nasib saya saat ini. haha.


ini isinya:

sesekali ia melirik ke arahku

sambil terus mengobrol, dan entah sudah berapa lama ia menghabiskan banyak topik yang sebenarnya tak ada arah dan tujuan

beberapa saat kemudian, ia melirikku lagi
masih belum tersadar berapa banyak waktu yang sudah ia buang hari ini
bahkan kemarin, kemarin lusa, dan hari-hari sebelumnya.

Aku,
hanya saksi bisu, yang selalu setia melingkari tanganmu,
mengisyaratkan setiap detik dan menit-mu
tak bisa teriak, hanya menanti sadarmu.

Aku,
adalah jarum waktumu yang tak bisa mengulang
apalagi menghentikan langkahku,
di saat kau sesali 24 jam yang tak berguna


ACHIE, Januari 2004



Monday, 18 July 2011

something "new" is always interesting!



new experiences!



meet people from another country


message for Japan (don't give up!)

meet the expert of chinese calligraphy



"raspati" in chinese version



new friends!


netherland, taiwan, egypt, pakistan, usa, japan, qatar, russia, and many more

netherland!

taiwan!

japan!

spain!


there's a lot of new things if you want it. keep your curiousity turn on, so you will get it, even more.


***iEARN Youth Summit 2011, kaohsiung-taiwan/18th july 2011




6 jam yang tak terlupakan

saya tahu, saya bisa.

***

ya, ini adalah sebuah prestasi baru dalam hidup saya. nekat pergi ke taiwan, sendiri. well, ini memang pengalaman pertama saya ke negeri orang hanya seorang diri, tanpa teman. mengandalkan diri sendiri, mulai dari cengkareng sampe taipei-kaohsiung (taiwan). benar kata orang, kita gak akan pernah tau, sebelum dicoba.

1 kali transit, 2 kali nyasar, 100 kali puas!

meski taiwan hanya 6 jam perjalanan udara, tapi ini akan jadi yang paling tak terlupakan. memang 6 jam kalah kalau dibandingkan 23 jam ke USA tahun lalu, tapi yang ini beda. kalau tahun lalu saya pergi bareng 5 teman, kali ini saya tanpa teman. dan yang saya takutkan pun tidak terbukti. saya bisa. dan saya tahu, saya memang bisa.


just me & myself





finally, taiwan!

ini akan jadi yang pertama, dan semoga bukan yang terakhir :)



***iEARN Youth Summit--departure/16 july 2011

Thursday, 9 June 2011

peta hijau persampahan kota Bandung

"Tempatkanlah sampah, bukan buanglah sampah"

Kalimat di ataslah yang ingin Greeneration Indonesia (GI) tularkan pada masyarakat, yakni mindset tentang bagaimana menempatkan sampah, bukan bagaimana membuang sampah. Kata “menempatkan” dan “membuang” bisa jadi menimbulkan perubahan yang besar bagi masyarakat dalam memperlakukan barang yang kita sebut sebagai sampah. Berbekal semangat itulah kemudian mereka berkumpul dengan komunitas lingkungan lainnya dalam Forum Hijau Bandung (FHB), dan menggagas lahirnya Peta Hijau Persampahan (PHP) Kota Bandung.


Jika selama ini Anda hanya terbiasa membaca peta geografi dan lokasi, nampaknya Anda harus mulai terbiasa membaca peta tematik yang satu ini. Ya, selain menambah pengetahuan tentang lingkungan, peta ini juga bisa membantu Anda untuk berkontribusi dalam menyelamatkan lingkungan dan bumi. Koordinator program, M. Bijaksana Junerosano atau lebih akrab disapa Sano ini memaparkan, PHP ini merupakan salah satu opsi solusi bagi masalah persampahan di Kota Bandung.

“Selain memberikan informasi ilmu dan teknologi, tujuan peta hijau ini juga agar masyarakat dapat memisahkan sampah sesuai jenisnya dan bisa mengelola sampah di rumah masing-masing,” ungkap Sano saat ditemui di sela-sela aktivitasnya di kantor GI, Jalan Kanayakan, Kota Bandung.


PHP Kota Bandung ini berisi peta geografis yang dilengkapi dengan 8 simbol bermakna khas di bidang lingkungan dan persampahan di Kota Bandung. Dari simbol tersebut Anda bisa mengetahui tempat tukar-menukar barang bekas, tempat yang memproduksi produk berwawasan lingkungan, tempat mendaurulang, tempat pengomposan sampah, lokasi sekolah hijau, organisasi lingkungan, dan lokasi tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST. Bahkan, jika Anda ingin bertanya seputar informasi, ilmu dan teknologi di bidang lingkungan, Anda bisa cari tahu lokasinya dari peta hijau ini.

“Semuanya tersebar di 30 kecamatan di Kota Bandung. Dan berdasarkan catatan terakhir, terdapat hampir sekitar 300 titik ke-8 simbol tersebut,” terang Sano.

Pesan utama yang ingin disampaikan dari peta ini adalah ingin mengajak masyarakat untuk perlahan-lahan mengubah pola pengelolaan sampah. Nah, dari peta inilah, kita bisa mendapatkan panduan mudah mengelola sampah di rumah, seperti membuat dan mempraktekan lubang resapan biopori dan keranjang takakura.
Rencananya mereka akan membuat 6 Seri PHP Kota Bandung. Namun, sementara ini baru seri pertama saja yang sudah bisa diperoleh dan disebarkan pada masyarakat.

“Lima seri lainnya akan kami luncurkan dan persembahkan untuk Kota Bandung pada 22 April mendatang. Tepat saat hari Bumi,” lanjutnya.


Untuk membuat peta ini, tim FHB dkk menghabiskan waktu selama 7 bulan survey ke beberapa kecamatan di Kota Bandung. Setelah di launch pada 22 Februari lalu, sebanyak 1000 eksemplar PHP Seri 1 kini sudah tersebar di masyarakat, pemerintah, rekan-rekan media, dan sejumlah LSM di Kota Bandung. Menurut Sano, seri pertama ini bisa dikatakan sebagai survey karena dari seri inilah mereka bisa mengetahui seberapa besar antusias masyarakat terhadap kehadiran peta hijau.

Antusias itu juga dirasakan Gama Vianur, mahasiswa Unpad yang sudah mempunyai peta hijau, Dia mengaku sangat mendukung adanya PHP ini. “Peta hijau ini sangat membantu kita dalam menempatkan sampah. Selain sangat informatif, peta ini juga sangat handy, mudah dibawa dan kemasannya menarik,” ujar Gama.

Ke depannya, selain akan melengkapi kelima seri lainnya, Greeneration Indonesia juga akan mengaplikasikan peta hijau-peta hijau persampahan bagi kota-kota besar di Indonesia lainnya. Hebatnya, Bandung merupakan kota pertama yang mereka jadikan sebagai pioneer untuk lahirnya Peta Hijau dengan tema Persampahan.

“Semoga bukan karena tingkat pengelolaan sampahnya yang paling buruk, tapi karena para penggerak da penggagasnya yang memang berkumpul di Bandung,” sambung Gama.

dok. greeneration indonesia

***tulisan ini dimuat di Harian Seputar Indonesia edisi Kamis, 3 Maret 2011

Friday, 3 June 2011

guess who..

super-silhouette (of me)





created by Priaji Kusnadi (02/06/2011)

***dibuat dalam waktu 5 menit; tanpa sketsa; langsung digunting dari kertas concorde